Kesejahteraan untuk petugas kebersihan
a. Latar Belakang Masalah
Sampah sering menjadi masalah yang rumit di lingkungan kita. Kehadiran sampah yang berlebihan dapat merusak lingkungan bahkan menyebabkan wabah penyakit. Biasanya kita sering mengabaikan keberadaan sampah, kita biarkan sampah berserakan, membuang sampah sembarangan, bahkan dengan cueknya membiarkan sampah tergeletak di dekat tong sampah. Seharusnya menjaga kebersihan itu tak sulit. Ada atau tidaknya fasilitas tong sampah didekat kita tak menjadi alasan untuk membuang sampah sembarangan.
Dampak negatif baru akan terasa jika sudah waktunya musim penghujan. Hujan yang turun dengan deras secara terus menerus membutuhkan saluran air yang lancar dan bersih dari sampah, sedangkan saluran air di sekitar kita selalu saja penuh akan berbagai macam sampah. S ampah-sampah ini lah yang menyebabkan tersumbatnya saluran air sehingga air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar hingga ke laut.
Jika saja setiap dari kita peduli pada sampah bungkus permen, botol plastik atau makanan ringan yang kita hasilkan sendiri, tentu dapat mengurangi keberadaan sampah. Setiap langkah kecil yang kita lakukan demi menjaga lingkungan agar tetap bersih, tentu akan membuahkan hasil yang baik.
Tentu kita sering mengabaikan sampah karena kita tahu akan ada petugas kebersihan yang nantinya akan membersihkan sampah-sampah itu. Situasi ini membuat kita manja dan malas untuk menjaga kebersihan walau di lingkungan rumah sendiri. Bagaimana jika seandainya tak ada lagi orang yang mau menjadi petugas kebersihan? Bagaimana jika tak ada lagi keberadaan petugas kebersihan karena pekerjaan itu dianggap rendah?
Sudahkan anda menyadari pentingnya keberadaan mereka? Sudahkah kita mengapresiasi hasil kerjanya yang menjaga kebersihan lingkungan kita? Tahukah anda bahwa 99% hidup para petugas kebersihan belum sejahtera? Mereka tidak mampu membiayai kebutuhan hidup sehari-hari, tidak mampu menyekolahkan anak hingga ke jenjang pendidikan yang tinggi, dan 90% anak dari para petugas kebersihan tak bisa mendapatkan kerja karena pendidikannya yang rendah.
Sungguh miris melihat kisah hidup dari para pahlawan lingkungan ini. Mereka rela berkotor-kotor, bermain dengan kuman demi mencari berkah dari setiap sampah yang ia pungut. Maka saya berpikir, apa yang dapat saya lakukan untuk membantu kehidupan para pahlawan ini. Mungkin saya tak mampu membantu seluruh petugas kebersihan di bumi ini, tapi saya tahu bahwa jika satu saja dari kita mau bergerak dan berjuang untuk kesejahteraan hidup mereka, maka dunia akan ikut peduli dan turut serta membantu.
Dengan bantuan teknologi dan media social saat ini, saya mulai mengkampanyekan sebuah gerakan yang saya sebut sebagai #pedulisesama lewat media twitter untuk membuka hati masyarakat pengguna media social tersebut. Seperti yang kita tahu Indonesia termasuk menduduki peringkat atas pennggunaan twitter. Hal ini yang membuat saya memilih twitter sebagai media awal kampanye #pedulisesama.
b. Latar belakang Narasumber
Pak Yanto (38 tahun) adalah seorang petugas kebersihan di daerah pulomas yang bertempat tingal di sebuah perkampungan pedongkelan. Pak Yanto di anugerahi 4 orang anak yang berumur 19 tahun, 15 tahun, 8 tahun, dan 4 tahun. Anak pertama dan ke dua hanya lulusan SD, mereka tidak melanjutkan sekolah karena kurang biaya. Walau sekarang untuk SMP sudah di subsidi oleh pemerintah, anak-anak Pak Yanto lebih memilih membantu ayahnya untuk mencari nafkah. Anak ke dua Pak Yanto sehari-harinya membantu pekerjaan Pak Yanto sebagai petugas kebersihan.
Istri Pak Yanto tidak bekerja sehingga pak yanto harus mencari pekerjaan tambahan di komplek perumahan sebagai penyiram tanaman untuk menambah penghasilan. Walau begitu, upah Pak Yanto tetap tak dapat mencukupi kebutuhan keluarganya. Hanya cukup untuk biaya makan sehari-hari, biaya perobatan jika ada anggota keluarga yang sakit, dan untuk membeli keperluan sekolah anak-anaknya.
Sebelum menjadi petugas kebersihan Pak Yanto pernah bekerja di sebuah perusahaan di daerah Podomoro sebagai Cleaning Service, namun karena ada pengurangan pegawai, Pak Yanto terpaksa berhenti bekerja dan melamar menjadi petugas kebersihan di komplek Perumahan Pulomas.
Awalnya Pak Yanto merasa malu karena bekerja sebagai Petugas Kebersihan (tukang sampah) tetapi tuntutan hidup yang keras menguatkan batin dan mentalnya untuk terus bekerja walau pekerjaannya sering di anggap rendah oleh orang lain. Seperti yang sering di katakan Pak Yanto “yang penting halal, dan nggak ngerepotin orang lain”
c. Tujuan Kampanye
Kampanye ini bertujuan untuk membuka mata dan hati masyarakat untuk lebih menghargai pekerjaan petugas kebersihan. Di samping itu kami berharap dengan di hargainya pekerjaan tersebut di mata masyarakat, pemerintah dapat lebih memperhatikan kesejahteraan mereka dengan memberikan upah yang layak dan tunjangan kesehatan yang memadai. Hal ini bertujuan untuk memberi semangat bagi mereka untuk tetap berkarya dan terus berjuang untuk mensejahterakan keluarganya, termasuk menyekolahkan anak mereka hingga jenjang pendidikan yang tinggi. Dengan begitu tingkat pedidikan yang rendah dan pengangguran dapat berkurang.
d. Strategi dan program kampanye Sosial Media
1. Berkampanye di media social twitter dengan menggunakan hashtag #pedulisesama.
2. Memancing keingintahuan followers dengan menceritakan sedikit tentang kehidupan Pak Yanto, petugas kebersihan yang akan @Alternative_Way bantu dengan memberi sumbangan dari hasil pengumpulan dana dengan cara bernyanyi dan bermain musik jalanan di tempat ramai.
3. Pengumpulan dana dilakukan di sekitar kampus STIKOM LSPR JAKARTA, dan di pedagang makanan kaki lima saat jam makan siang.
4. Melakukan wawancara dengan Pak Yanto (salah satu petugas kebersihan di daerah pulomas) lalu mengikuti kegiatannya selama sehari untuk kemudian mendokumentasikannya dalam bentuk video yang kemudian di upload ke media social youtube.
5. Pengumpulan dana dan penyerahan sumbangannya juga di dokumentasikan dan di upload ke youtube bersamaan dengan video lain yang sudah saya sebutkan di atas.
6. Membuat fanpage #pedulisesama untuk kesejahteraan petugas kebersihan di facebook dan menuliskan secara detil perencanaan kampanye serta segala kemajuan dalam pelaksaannya. Facebook dan fanpage #pedulisesama juga dibuat agar tekoneksi satu sama lain untuk mempermudah followers twitter @Alternative_Way dan fans di facebook untuk memantau segala tweet dan informasi mengenai kampanye #pedulisesama
7. Saya juga menggunakan blog sebagai media untuk menginformasikan kampanye ini. Saya memposting strategi kampanye, serta bukti partisipasi followers dengan cara meng-capture Retweet dari mereka.
8. Menggunakan media social foursquare untuk menginformasikan lokasi pencarian dana, lokasi wawancara dengan Pak Yanto, dan lokasi kerja pak yanto saat saya dokumentasikan.
e. Kesimpulan Program Kampanye
Program kampanye ini dilaksanakan dalam seminggu, dengan update informasi tentang Pak Yanto dan pengumpulan dana lewat media social twitter, kemudian melakukan check-in di foursquare saat melakukan kegiatan wawancara, pengumpulan dana, meliput kegiatan kerja Pak Yanto dalam sehari, dan penyerahan sumbangan untuk Pak Yanto atas nama komunitas @Alternative_Way.
Kemudian saya juga menggunakan media social facebook dan blog sebagai wadah update informasi seputar kampanye #pedulisesama dengan cara memposting rencana dan program kampanye. Semua aktifitas kampanye yang saya lakukan secara off-line saya dokumentasikan dalam sebuah video dokumenter dan saya upload di Youtube.
f. Rekomendasi Program Sosial Selanjutnya
· @Alternative_Way menyarankan agar kedepannya dapat di buat program sosial lain berupa sebuah event yang bersifat menghibur untuk para petugas kebersihan dan keluarga secara gratis. Acara ini berlokasi di area bermain outbound yang di dalam acara tersebut dapat di selipkan acara pembagian beasiswa gratis untuk anak petugas kebersihan yang berprestasi. Pengadaan doorprize juga sangat menarik untuk acara tersebut, apalagi jika doorprize berupa peralatan rumah tangga seperti rice cooker, panci, setrika listrik, dan lain-lain.
· Selain membuat sebuah event untuk hiburan, ada baiknya juga bila membuat event yang sifatnya mengedukasi untuk petugas kebersihan dan keluarga. Misalnya di dalam event tersebut kita adakan acara membuat kerajinan tangan dapat berupa membuat patung, pot, atau tas dari sampah bekas atau membuat barang-barang unik lainnya dari sampah.
· Rekomendasi kami untuk program social lainnya adalah mengadakan cek kesehatan dan pengobatan gratis untuk sekeluarga, dan pemberian vaksin gratis bagi anak-anak petugas kebersihan yang masih balita.